Introduction to C#

February 19, 2009 at 9:09 am | Posted in C# | Leave a comment
Tags:

C#

Introduction to C#

C# bisa dibaca C Sharp, adalah bahasa pemrograman yang dibuat oleh Microsoft dan perlu anda ketahui C# adalah pengembangan dari bahasa C++ (C Plus Plus). Saya sebagai mahasiswa diajarkan menggunakan Microsoft Visual Studio 2005 sebagai text editor untuk menulis kode program. Saya hanya akan menerangkan secara garis besar saja tentang penggunaan Visual Studio 2005, tetapi akan lebih detail pada pembahasan Syntax C#.
Gambar dibawah ini adalah tampilan awal dari Visual Studio 2005. Saya sebagai Mahasiswa Semester II hanya diajarkan untuk membuat Console Application.
gambar a

Untuk membuat project baru pada menubar pilih File -> New -> Project. Setelah itu nanti akan muncul dialog box untuk memilih Project apa yang akan anda mulai. Pastikan Anda memilih C# pada list box “Project Types”, kemudian pada list box “Templates” pastikan juga anda memilih “Console Application”.

gambar b

  1. Text box “Name” untuk membuat nama folder (karena setiap project itu anda seolah-olah membuat solusi yang nantinya di tampung di satu folder).
  2. Text box “Location” untuk memilih dimana anda akan menyimpan project anda, untuk memilihnya tekan tombol “Browser” di sebelah kanannya.
  3. Text box “Solution Name” digunakan untuk memberi nama file solusi anda yang formatnya <nama file>.sln beserta file-file lainnya (maksudnya dalam satu project tidak hanya memiliki 1 file saja).
  4. Jika sudah menetapkan semuanya klik OK.

Dengan ini anda telah membuat satu Project Solution yang baru. Template untuk Console Application C# telah disiapkan oleh Visual Studio, awalnya seperti gambar dibawah ini.
gambar c

Keterangan :

  1. Disebelah kanan namespace adalah nama file anda.
  2. Disebelah kanan class adalah nama kelas. *Tentang kelas untuk informasinya ada di OOP.
  3. Kombinasi Ctrl+S adalah hotkey untuk Save project anda.
  4. Kombinasi Ctrl+F5 adalah hotkey untuk mengeksekusi project anda. (nantinya akan di jalankan di command prompt)

Selanjutnya akan dibahas tentang Syntax dalam Bahasa C#.

  1. Koding C# terdiri dari beberapa statement dan setiap akhir dari statement akan di akhiri tanda titik koma (;).
  2. Tanda //… digunakan untuk memberi comment, statement atau ekspresi yang ada setelah tanda tersebut tidak akan di jalankan oleh kompiler.
    /* … */ statement atau ekspresi yang ada diantara tanda tersebut tidak akan di jalankan oleh kompiler.
  3. Penulisan program dengan C# bersifat Case Sensitive yang berarti sangat membedakan huruf kapital dan huruf kecil. Contoh saja dalam penulisan.
    gambar d
  4. Sebelum memulai coding, anda perlu mendeklarasikan tipe data anda (memesan tempat di memori) terlebih dahulu. Akan saya bahas tentang tipe data yang sering digunakan secara singkat :

    • int (int32)= Menampung bilangan bulat (antara -2M sd 2M). Tipe int lainnya : int16 = Bilangan bulat antara -32000 s/d 32000; Int secara default akan memilih tipe int32 yang menampung bilangan bulat antara -2 Milyar s/d 2 Milyar; int64 = Bilangan bulat antara -10^18 s/d 10^18.
    • long = (int64) bilangan bulat tapi range nilai > int (-10^18 sd 10^18).
    • Short = (int16) bilangan bulat tapi range nilainya < int (antara -32000 sd 32000).
    • Uint = (Unsign Integer) tipe data ini tidak menampung nilai minus, bgtu juga dengan Ulong, Ushort, dari 0 sampe 4 Milyar.
    • float = tipe data pecahan single precission.
    • double = pecahan tapi range nilai > float (double precission).
    • char = huruf mis ‘a’,’b’,’A’
      Char mempresentasikan kode ASCII (0 sd 255).
    • bool = true atau false operator (Or) pake | operator (and) pake & .
    • string = kata/kalimat misalnya : “VIDO”, “SI”, “23080349”, “E1245”.
    • decimal = tipe data untuk high precission, biasa digunakan untuk perhitungan financial ,monter money (128bit).
      >
    • DateTime = untuk mempresentasikan waktu.
    • gambar e

  5. Alasan mengapa programmer tidak memakai int64 saja untuk tipe tetapnya :

    • int = memakan 32bit atau 4bytes
    • uint = memakan 32bit atau 4bytes
    • long = memakan 64bit atau 8bytes
    • ulong = memakan 64bit atau 8bytes
  6. Aturan Penamaan Variabel :

    1. Nama variabel tidak boleh kembar
    2. Tidak boleh diawali dengan angka misal : 1b,22b,dsb.
    3. Harus diawali dengan huruf atau _ misal : _A, A,dsb.
    4. Usahakan nama variabel mewakili nilai yang disimpan (harus mempunyai makna)
    5. Tidak boleh menggunakan spasi misal : bil 1, tanggal lahir
    6. Jika hendak dipisah gunakan tanda _ misal : bil_1, tanggal_lahir

Menuliskan Output Ke Layar

Untuk menuliskan output ke layar bisa digunakan Console.WriteLine(“Hello World!!”); nantinya setelah didebug akan ditampilkan di command prompt. Untuk mendebug bisa dengan hotkey Ctrl+F5 atau pada menubar Debug pilih “Start Without Debugging”.
gambar f

Hasilnya :
gambar g

Console.Write(); setelah mencetak outputnya, kursor akan tetap ada pada baris yang sama. Sedangkan Console.WriteLine(); setelah mencetak nilai ke layar, kursor akan berpindah ke baris berikutnya.

Membaca Inputan Dari Console

Untuk menginput nilai dari console bisa dengan Console.ReadLine(); semua nilai yang diinput dari layar akan bertipe String (walaupun anda menginput numerik sekalipun tetap akan bertipe String) untuk itu perlu di konvert lagi menjadi tipe data yang kita inginkan dengan menggunakan Convert. Contohnya : Convert.toInt16(Console.ReadLine()); nilai yang diinputkan akan dikonvert menjadi integer16 (short) agar bisa digunakan untuk kalkulasi dsb.
gambar h
Hasilnya :
gambar i

—Introduction to C# done—

Kelebihan dan Kekurangan Dari Konsep Pemasaran

December 9, 2008 at 8:07 am | Posted in Pengetahuan Bisnis | Leave a comment
Tags: , , ,

Konsep Produksi

Kelebihan Konsep

  1. Untung besar-besaran, karena pengeluaran yang dikeluarkan untuk biaya produksi sangatlah minim tetapi barang yang di produksi tersebar dan mudah didapat, karena itu masyarakat jadi mudah mengenal produk-produk yang telah tersebar.
  2. Membantu perusahaan-perusahaan baru agar cepat dikenal oleh masayarakat, karena pada konsep ini juga berkonsentrasi pada distribusi yang besar-besaran kemungkinan sampai ke pelosok-pelosok desa dan di desa-desa juga akan memilih produk yang murah dengan stok yang banyak.
  3. Perusahaan akan cepat tumbuh karena keuntungan yang didapat dan distribusi sampai ke pelosok-pelosok terutama di negara-negara yang masih berkembang seperti Indonesia yang ekonomi masyarakatnya masih tergolong terbelakang dan masih banyak terdapat daerah-daerah miskin.
  4. Karena konsep produksi ini konsentrasi pada distribusi nya, maka kedepannya perusahaan yang menganut konsep ini tidak akan pernah kelebihan stok karena distribusi yang agresif itu, perusahaan senantiasa mendistribusikannya terus.

Kekurangan Konsep

  1. Produsen menjadi kurang ramah, karena mereka berasumsi bahwa konsumen pasti akan membeli produk mereka, tetapi konsumen itu sendiri tidak melihat mutu dari produk tersebut, jika ada kritik atau saran produsen akan senantiasa acuh.
  2. Kualitas produk tidak terjamin, karena pada konsep ini produsen lebih mengacu pada efisiensi produksi yang tinggi tetapi dengan biaya yang rendah.

    Oleh karena biaya produksinya rendah, mutu barang juga pasti rendah, dan kemungkinan besar konsumen tidak mendapatkan kepuasan.

  3. Oleh karena tidak mendapatkan kepuasan itu sendiri, konsumen tidak akan kembali untuk membeli produk mereka karena memang murah tetapi tidak memuaskan hati konsumen atau tidak menuju pada kebutuhan konsumen.
  4. konsep produksi ini hanya akan berjalan pada negara-negara berkembang saja, tetapi tidak pada negara-negara maju, karena pada negara-negara berkembang, ekonomi masyarakatnya masih terbelakang.

    Oleh karena itu masyarakat pada negara-negara berkembang akan memilih produk-produk yang murah meriah dan jarang pula melihat dari segi mutu nya.

Konsep Produk

Kelebihan Konsep

  1. jika diterapkan di negara-negara maju seperti Amerika yang Mayoritas nya kaum Elite, konsep produk ini akan berjalan lancar. karena di negara maju masyarakatnya lebih melihat pada bidang
    mutu dan kualitas produknya.

    Bagi mereka untuk apa membeli barang murah tetapi tidak bermutu, lebih baik membeli barang mahal tetapi bermutu dan bagi mereka harga adalah urusan kedua yang terpenting adalah mutu.

  2. Perusahaan yang menganut konsep ini mutu produknya akan terkenal dalam masa yang lama, maksudnya perusahaan ini pasti akan terus meningkatkan kualitasnya sepanjang waktu, mereka tidak akan ketinggalan jaman.
    Jaman berubah, mereka akan terus mengikutinya dan kualitas mereka tidak akan turun.
  3. Perusahaan yang menganut konsep ini memiliki sikap Percaya Diri yang tinggi,
    mereka percaya bahwa produk mereka dalam hal kualitas adalah yang terunggul.
  4. Jika konsep ini diterapkan di negara-negara maju, maka perusahaan yang menganut konsep ini akan berkembang terus karena produk mereka yang Inovatif, perusahaan-perusahaan lainnya yang bersaing akan tertinggal terutama dalam hal Model.
    Contohnya: seperti Yamaha dan Honda yang terus mengInovasi produknya Yamaha dan Honda sekarang ini telah memproduksi motor Automatic, dengan design baru dan fitur yang jauh lebih bagus, perusahaan-perusahaan lain seperti KTM, akan ketinggalan karena kalah dalam persaingan merebut hati para konsumen.

Kekurangan Konsep

  1. Sering terperangkap dalam kecintaan akan produk mereka sendiri dan akhirnya mereka tidak menyadari apa yang dibutuhkan oleh pasar.
  2. Perusahaan yang menganut konsep ini dalam hal kualitas memang sangat terdepan daripada yang lain seperti contoh saja ikat pinggang bermerk Crocodile yang harganya mencapai Rp 200rb, jika konsep Produk ini di terapkan di negara2 yang masih berkembang seperti Indonesia yang termasuk dalam negara berkembang, maka kedepannya perusahaan akan bangkrut karena secara mayoritas masyarakat Indonesia ekonominya masih terbelakang dan mereka tidak begitu memntingkan mutu nya, tetapi lebih mementingkan harga.
  3. Pengeluaran besar, karena untuk menciptakan produk yang bermutu diperlukan bahan-bahan yang mahal dan untuk tetap menghasilkan produk yang invoatif(terobosan baru) diperlukan ahli-ahli dan eksperimen2 yang sangat banyak oleh karena itu biaya yang dikeluarkan untuk memperjuangkan produk yang inovatif dan bermutu diperlukan biaya yang tidak sedikit namun dengan biaya yang seperti itu belum tentu akan laris di pasaran, karena produsen teramat sangat mencintai hasil karya mereka sendiri sehingga mereka tidak pernah sadar apakah inovasi tersebut dibutuhkan oleh pasar?
    seperti halnya sikat gigi dengan baterai yang bisa menggosok dengan automatis.
    Memang menghemat tenaga, tetapi gosokannya tidaklah sebersih kita menggosok dengan manual. Oleh sebab itu barang seperti itu tidak laku di pasaran.
  4. Susah untuk memikat konsumen, tetapi sangat mudah memuaskan konsumen. Susah untuk memikat konsumen karena mahalnya produk tersebut, tetapi beberapa konsumen yang telah mencoba membeli produk ini, ia akan merasa puas dengan fiturnya dan akan kembali untuk membeli lagi mungkin hanya beberapa persen saja penduduk yang akan memilih produk ini jika diterapkan di negara-negara yang berkembang.
  5. Konsep ini selalu membuat inovasi baru dengan produknya, dengan hal ini pembeli akan merasa kesal.
    contohnya : Nokia
    setiap 1tahun Perusahaan itu mengeluarkan lebih dari 3 tipe Handphone, jika konsumen membeli HP tipe 3650 pada bulan 1 tahun 2006, kemungkinan di tahun yang mendatang
    Nokia tipe itu sudah ketinggalan jaman, karena tipe2 yang lebih bagus bermunculan terus dengan ini pembeli akan merasakan “kejengkelan” terhadap produk dari perusahaan ini.
    Hal seperti ini akan terjadi bila konsep ini diterapkan di negara-negara berkembang, tetapi berbeda jika diterapkan di negara maju.

Konsep Penjualan

Kelebihan Konsep

  1. Mudah terkenal, karena promosi yang agresif itu para konsumen cepat mengenali produk yang ditawarkan walaupun konsumen tidak membutuhkannya. tetapi karena dibujuk terus menerus, akan timbul rasa ingin mencoba produk yang ditawarkan dalam diri konsumen.
  2. Stok yang banyak, jika ada konsumen membutuhkannya dalam jumlah banyak, produsen tidak akan pernah kekurangan karena biasanya perusahaan yang memakai konsep ini adalah perusahaan yang mempunyai kapasitas / stok berlebih.
  3. Menimbulkan rasa “Antusias” yang tinggi pada Manager perusahaan, karena ia selalu beranggapan bahwa konsumen menunjukkan kelembaman atau penolakan. Oleh karena itu, Manager perusahaan yang menganut konsep ini akan terus membujuk para konsumen untuk membeli produknya
  4. Pada konsep ini, perusahaan juga menawarkan produknya pada organisasi-organisasi tertentu yang mana nantinya jika dibujuk terus menerus organisasi itu akan berlangganan tetap dengan perusahaan dan memperkecil kesempatan perusahaan lain untuk masuk kedalam organisasi.

Kekurangan Konsep

  1. Membuat konsumen jengkel, karena pada konsep ini para produsen akan membujuk terus para konsumen untuk membeli produknya, yang sebenarnya konsumen itu sendiri tidak butuh produk yang ditawarkan.
  2. Modal yang tinggi, karena pada konsep ini produsen sangat berorientasi pada promosi yang sangat agresif, oleh karena itu diperlukan banyak alat2 untuk membuat brosur, spanduk, dan stand2 juga menggaji SPG untuk membujuk konsumen supaya membeli produk yang dihasilkan yang pada kenyataanya produk2 tersebut tidak begitu dibutuhkan oleh konsumen.
  3. Konsumen merasa tidak puas, karena biasanya konsumen tertipu pada brosur2 yang diperlihatkan dan tertipu pada bujukan2 SPG, dan konsumen tidak akan kembali untuk membeli produk itu lagi dan sebenarnya Tujuan Konsep Penjualan ini adalah menjual apa yang telah dihasilkan, bukannya menghasilkan apa yang dibutuhkan oleh pasar.
    contohnya seperti provider telepon genggam, mereka akan bersaing dengan promosi yang besar-besaran baik spanduk, brosur, maupun iklan-iklan di TV, tetapi mereka menggunakan permainan kata-kata yang membuat konsumen tergiur oleh fitur yang ditawarkan.
    contonya: di iklan tertulis telpon gratis sepuasnya, tetapi kenyataanya jika telah masuk ke menit tertentu ia akan putus secara automatis, hal ini lah yang terkadang membuat konsumen jengkel terhadap produk.
  4. Keuntungan yang minim, karena sebagian penghasilan di alihkan untuk pembayaran alat2 promosi contohnya saja seperti pengeluaran untuk pembuatan brosur, pikirkan saja, jika Perusahaan ini ingin mempromosikannya se Indonesia, dalam 1 Propinsi saja bisa mencakup lebih dari 10 Daerah yang sudah maju, dan dalam setiap daerah itu diperlukan 5 atau lebih SPG untuk mempromosikannya dan dengan perhitungan 1 SPG memegang 100 brosur maka 500 lembar Brosur yang diperlukan hanya untuk satu daerah saja. belum lagi satu Negara.

Konsep Pemasaran

Kelebihan Konsep

  1. Dengan menerapkan konsep Pemasaran, kita meberikan apa yang dibutuhkan masyarakat dan meyakinkan bahwa masyarakat akan puas terhadap apa yang diberikan kita dengan konsep seperti ini pelanggan akan kembali untuk membeli kepada kita. atau kata lainnya “Berlangganan”.
  2. Sangat mudah dalam memikat hati pelanggan, karena dengan konsep Pemasaran kita menyediakan apa yang dibutuhkan pelanggan. Tidak hanya asal menawarkan saja tetapi juga mengambil hati pelanggan.
  3. Pemasaran yang terkoordinir, maksudnya kita tidak akan memiliki stok berlebih lagi, karena kita meyediakan sesuatu yang dibutuhkan oleh pelanggan.
  4. Dalam hal modal, tidak diperlukan modal yang besar seperti pada konsep penjualan, karena kita sudah memiliki pasar sasaran (target) kita. dengan target yang sudah ada, kita tinggal menyediakan apa yang dibutuhkan oleh pelanggan dan memuaskan hati pelanggan.
  5. image di mata masyarakat akan berbeda dibandingkan menggunakan konsep penjualan, karena dengan konsep pemasaran ini pelanggan tidak akan merasa dibohongi, ataupun ditipu oleh kita karena kita memberikan kepuasan pada pelanggan.

Kekurangan Konsep

  1. Penyebarannya sangat minim, karena dengan konsep ini kita tidak melakukan promosi, jadi kita hanya dikenal di daerah tertentu saja, dan sulit untuk mengembangkannya untuk ke kawasan yang lebih luas.
  2. Persaingan kuat, dalam satu Pasar sasaran bisa banyak penganut konsep pemasaran ini, dan mereka akan berlomba-lomba untuk menyediakan kebutuhan pelanggan.
  3. Susah untuk ber Inovasi, karena kita hanya menyediakan apa yang diperlukan oleh pelanggan saja, dan kita tidak bisa seenak kita mengeluarkan produk kita sendiri yang nantinya tidak ada kepastian bahwa produk yang kita munculkan pasti laku di Pasar Sasaran.
  4. Perlu banyak relasi / koneksi dengan badan-badan tertentu atau masyarakat sekitar Pasar Sasaran, karena dengan banyaknya koneksi dan relasi kita dapat dengan mudah mengambil hati pelanggan dan memeperkecil kemungkinan pelanggan beralih dari kita.

Konsep Pemasaran

Kelebihan Konsep

  1. Masyarakat puas dengan apa yang kita berikan, kemudian pelanggan akan tetap kembali membeli dengan kita.
  2. Kemungkinan terjadi konflik dengan masyarakat maupun dengan perusahaan sangat kecil, karena kita tidak bersaing dengan yang lain.
  3. Masyarakat akan melihat sisi baik dari kita karena kita selalu memelihara kesejahteraan masyarakat dan konsumen itu sendiri, jadi kita mendapatkan keuntungan bukan semata-mata laba saja, tetapi kita juga mengambil hati masyarakat dan konsumen.
  4. Dengan konsep ini masyarakat tidak merasa kecewa ataupun tertipu, karena kita tetap memberikan apa yang dibutuhkan mereka dan memuaskan pelanggan dan masyarakat dengan ini kita bisa memiliki banyak relasi dengan masyarakat sekitar.

Kekurangan Konsep

  1. Tidak memiliki inisiasi ‘Bersaing’ dengan organisasi lain, karena dalam konsep ini tujuannya menentukan kebutuhan, keinginan, dan minat dari Pasar sasaran.
  2. Perkembangan organisasi cenderung lamban, karena mereka tidak mau bersaing dengan yang lain.
  3. Sangat sulit dalam hal menentukan Kebutuhan Pasar Sasaran, karena kita harus memiliki informasi yang cukup tentang Pasar Sasaran kita dan kita harus mencari dimana celah yang bisa kita masuki untuk masuk kedalam Pasar Sasaran kita.
  4. Memberi celah yang besar bagi pesaing lainnya, dan kita akan kesulitan dalam hal mengambil hati pelanggan karena mungkin sudah didahului oleh pesaing.

Konsep Pemasaran

December 9, 2008 at 7:59 am | Posted in Pengetahuan Bisnis | 1 Comment
Tags: , , , ,

Konsep Inti Pemasaran

  • Pemasaran adalah suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang membutuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan oriduk yang bernilai dengan pihak lain
  • Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain

Untuk definisi manajerial, pemasaran sering digambarkan sebagai “seni menjual produk” akan tetapi, orang heran ketika mereka mendengar bahwa bagian yang paling penting dari pemasaran adalah bukan penjualan! Penjualan hanyalah merupakan puncak kecil gunung es pemasaran

Peter Drucker, seorang ahli teori manajemen terkemuka mekngakatakan :

    “Orang dapat mengansumsikan bahwa akan selalu ada kebutuhan akan penjualan. Akan tetapi tujuan dari pemasaran bukan untuk memperluas penjualan hingga kemana-mana. Tujuan pemasaran bukan untuk mengetahui dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga produk atau jasa itu cocok dengan pelanggan dan selanjutnya menjual dirinya sendiri. Idealnya, pemasaran hendaknya menghasilkan seorang pelanggan yang siap untuk membeli. Semua yang dibutuhkan selanjutnya adalah menyediakan produk atau jasa itu.

Manajemen (pemasaran) adalah proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, menetapkan harga, promosi, serta penyaluran gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memenuhi sasaran-sasaran individu dan organisasi.

Bagan Pemasaran

Bagan Pemasaran

Pertukaran, Transaksi dan Hubungan

Pertukaran, yang merupakan konsep inti dari pemasaran, mencakup perolehan produk yang diinginkan dari seorang dengan menawarkan sesuatu sebagai gantinya. Penukaran diartikan sebagai cara mendapatkan sesuatu produk yang diinginkan dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai gantinya.

Supaya muncul potensi pertukaran, lima persyaratan harus dipenuhi :

  • Sekurang-kurangnya ada dua pihak
  • Masing-masing pihak memiliki sesuatu yang bernilai bagi pihak lain
  • Masing-masing pihak mampu berkomunikasi dan menyerahkan sesuatu
  • Masing-masing pihak bebas untuk menerima atau menolak tawaran pertukaran
  • Masing-masing pihak yakin bahwa bertransaksi dengan pihak lain merupakan hal yang tepat dan diinginkan

Transaksi adalah pertukaran nilai antara dua pihak. Disupayakan agar transaksi dapat berjalan terus menerus. Pemasara berusaha membangun hubungan jangka panjang saling percaya, win-win dengan pelanggan, distributor, penyalur, dan pemasok yang dia hargai. Hal ini akan membentuk jaringan pemasaran dan hubungan bisnis yang handal (relation marketing)

Pasar

Secara tradisional “pasar” adalah tempat fisik dimana para pembeli dan penjual berkumpul untuk mempertukarkan barang. Para ahli ekonomi sekarang menggambarkan pasar sebagai kumpulan pembeli dan penjual yang melakukan transaksi atas sebuah produk atau kelompok produk tertentu (pasar perumahan atau bahan makanan). Akan tetapi, para pemasar memandang penjual sebagai bagian yang membentuk pasar.

Orang-orang bisnis sering menggunakan istilah pasar untuk meliput berbagai pengelompokkan pelanggan. Mereka berbicara tentang pasar kebutuhan (pasar orang yang melakukan diet); pasar produk (pasar sepatu); pasar demografis (pasar orang muda; dan pasar geografis (pasar prancis). Atau mereka memperluas konsep itu untuk meliputi pasar lain, seperti pasar pemilih (pemberi suara), pasar tenaga kerja, dan pasar donor. Jadi pasar adalah kelompok orang yang memiliki kebutuhan/keinginan tertentu serta mau dan mampu turut dalam pertukaran untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan tersebut.

Pemasaran dan Pemasar

Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain.

Pemasar adalah orang yang mencari sumber daya dari orang lain dan mau menawarkan sesuatu yang bernilai untuk itu. Pemasar juga dapat diartikan sebagai seseorang yang mencari tanggapan (perhatian, pembelian, pemberian suara, pemberian sumbangan) dari pihak lain yang disebut prospek. Jika dua pihak saling berusaha untuk menjual sesuatu kepada yang lain, kita menyebut keduanya pemasar (marketers). Tugas seorang pemasar adalah menggarap pasar dan menciptakan pasar.

Kebutuhan, Keinginan dan Permintaan

Pemasar harus berupaya untuk memahami kebutuhan, keinginan, dan permintaan pasar sasaran. Kebutuhan menggambarkan tuntunan dasar manusia. Kebutuhan adalah keadaan tidak memiliki kebutuhan dasar. Orang membutuhkan makanan, udara, air, pakaian, dan tempat berlindung untuk bisa bertahan hidup. Orang juga sangat membutuhkan rekreasi, pendidikan, dan hiburan. Kebutuhan-kebutuhan itu menjadi keinginan bila diarahkan kepada sasaran-sasaran spesifik yang mingkin dapat memenuhi kebituhan. Keinginan adalah hasrat akan pemuas tertentu dari kebutuhan. Orang Amerika membutuhkan makanan tetapi menginginkan sepotong hamburger, kentang goreng, dan miniman ringan. Keinginan dibentuk oleh lingkungan masyarakat seseorang.
Memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan tidak selalu sederhana. Beberapa pelanggan memiliki kebutuhan yang tidak sepenuhnya mereka sadari. Atau, mereka tidak dapat mengungkapkan dengan kata-kata kebutuhannya itu. Atau, mereka menggunakan kata-kata yang memerlukan penafsiran. Apakah artinya bila pelanggan meminta mobil yang ”tidak mahal”, mesin pemotong rumput halaman yang ”bertenaga,”mesin bubut yang ”cepat”, pakaian mandi yang ”menarik”, atau hotel yang ”penuh ketenangan?”
Permintaan adalah keinginan akan produk-produk spesifik yang diduking oleh kemampuan untuk membayar. Banyak orang menginginkan sebuah Mercedes, hanya sedikit yang mampu dan mau membelinya. Perusahaan harus mengukur bukan saja berapa banyak orang menginginkan produk mereka melainkan juga berapa banyak yang akan benar-benar mau dan mampu membelinya.

Produk atau Tawaran

Orang memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka dengan produk. Produk adalah setiap tawaran yang dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan. Produk dapat berupa: barang, jasa, pengalaman, peristiwa, orang, tempat, properti, organisasi, informasi, dan gagasan.

Nlai dan Kepuasan

Produk atau tawaran akan berhasil jika memberikan nilai dan kepuasan kepada pembeli sasaran. Pembeli memilih di antara beraneka ragam tawaran dari mulai yang dianggap memberikan nilai yang paling banyak. Nilai adalah rasio antara apa yang didapatkan dan apa yang diberikan pelanggan. Nilai juga dapat diartikan sebagai perkiraan konsumen tentang kemampuan total suatu produk untuk memenuhi kebutuhannya. Pelanggan mendapatkan manfaat dan mengeluarkan biaya. Manfaat mencakup manfaat fungsional dan manfaat emosional. Biaya mencakup biaya moneter, biaya waktu, biaya energi, dan biaya fisik.dengan demikian, nilai dirumuskan:

Rumus dari Nilai

Rumus dari Nilai

Seorang pemasar dapat meningkatkan nilai tawaran pelanggan dengan beberapa cara, yakni meningkatkan manfaat, mengurangi biaya, meningkatkan manfaat dan mengurangi biaya, meningkatkan manfaat lebih besar dari pada kenaikan biaya, atau mengurangi manfaat lebih kecil dari pada pengurangan biaya.

Pertukaran, Transaksi dan Hubungan

Pertukaran,yang merupakan konsep inti dari pemasaran, mencakup perolehan produk yang diinginkan dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai gantinya.Pertukaran diartikan sebagai cara mendapatkan sesuatu produk yang diinginkan dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai gantinya.
Supaya muncul potensi pertukaran, lima persyaratan harus dipenuhi :

  1. Sekurang-kurangnya ada dua pihak
  2. Masing-masing pihak memiliki sesuatu yang bernilai bagi pihak lain
  3. Masing-masing pihak mampu berkomunikasi dan menyerahkan sesuatu
  4. Masing-masing pihak bebas untuk menerima atau menolak tawaran pertukaran
  5. Masing-masing pihak yakin bahwa bertransaksi dengan pihak lain merupakan hal yang tepat dan diinginkan

Transaksi adalah pertukaran nilai antara dua pihak. Diupayakan agar transaksi dapat berjalan terus menerus. Pemasar berusaha membangun hubungan jangka panjang saling percaya, win-win dengan pelanggan, distributor, penyalur, dan pemasok yang dia hargai. Hal ini akan membentuk jaringan pemasaran dan hubungan bisnis yang handal (relation marketing).

Pasar

Secara tradisional, ”pasar” adalah tempat fisik di mana para pembeli dan penjual berkumpul untuk mempertukarkan barang. Para ahli ekonomi sekarang menggambarkan pasar sebagai kumpulan pembeli dan penjual yang melakukan transaksi atas sebuah produk atau kelompok produk tertentu (pasar perumahan atau bahan makanan ). Akan tetapi, para pemasar memandang penjual sebagai bagian yang membentuk pasar.

Orang-orang bisnis sering menggunakan istilah pasar untuk meliput berbagai pengelompokan pelanggan. Mereka berbicara tentang pasar kebutuhan (pasar orang yang melakukan diet); pasar produk (pasar sepatu); pasar demografis (pasar orang muda); dan pasar geografis (pasar perancis). Atau, mereka memperluas konsep itu untuk meliputi pasar lain, seperti pasar pemilih (pemberi suara), pasar tenaga kerja, dan pasar donor. Jadi pasar adalah kelompok orang yang memiliki kebutuhan yang sama. Pasar terdiri dari semua pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan/keinginan terterntu serta mau dan mampu turut dalam pertukaran untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan tersebut.

Pemasaran dan Pemasar

Pemasaran
adalah suatu proses social dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan danbertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain.

Pemasar adalah orang yang mencari sumber daya dari orang lain dan mau menawarkan sesuatu yang bernilai untuk itu. Pemasar juga dapat diartikan sebagai seseorang yang mencari tanggapan (perhatian, pembelian, pemberian suara, sumbangan) dari pihak lain yang disebut prospek. Jika dua pihak itu saling berusaha untuk menjual sesuatu kepada yang lain, kita menyebut keduanya pemasar(marketers).Tugas seorang pemasar adalah menggarap pasar dan menciptakan pasar.


5 Konsep Pemasaran

December 9, 2008 at 7:54 am | Posted in Pengetahuan Bisnis | Leave a comment
Tags: , , ,

Ada lima konsep yang melandasi cara organisasi melakukan kegiatan pemasaran :

  1. Konsep Produksi adalah salah satu dari konsep tertua dalam bisnis. Konsep produksi menegaskan bahwa konsumen akan lebih menyukai produk yang tersedia secara luas dan murah. Para manejer perusahaan yang berorientasi produksi berkonsentrasi untuk mencapai efisiensi produksi yang tinggi, biaya yang rendah, dan distribusi secara besar-besaran.
    Mereka mengasumsikan bahwa konsumen terutama tertarik pada ketersediaan produk dan harga yang rendah. Orientasi itu dimaklumi di negara-negara berkembang, dimana konsumen lebih tertarik untuk mendapatkan produk dari pada fiturnya. Orientasi itu juga berguna bila sebuah perusahaan yang ingin memperluas pasar. Konsep ini memiliki kelemahan yaitu produsen menjadi kurang ramah.
  2. Konsep Produk menegaskan bahwa konsumen akan menyukai produk-produk yang menawarkan ciri paling bermutu, berkinerja, atau inovatif.
    Para manajer di organisasi itu memusatkan perhatian untuk menghasilkan produk yang unggul dan meningkatkan kualitasnya sepanjang waktu. Mereka mengasumsikan bahwa para pembeli mengagumi produk-produk yang dibuat dengan baik serta dapat menghargai mutu dan kinerja. Akan tetapi, para manajer itu kadang-kadang terperangkap dalam kecintaan akan produk mereka dan tidak menyadari apa yang dibutuhkan oleh pasar.
  3. Konsep Penjualan berkeyakinan bahwa para konsumen dan perusahaan bisnis, jika dibiarkan, tidak akan secara teratur membeli cukup banyak produksi-produksi yang ditawarkan oleh organisasi tertentu. Oleh karena itu, organisasi tersebut harus melakukan usaha penjualan dan promosi yang agresif.
    Konsep itu mengasumsikan bahwa para konsumen umumnya menunjukkan kelembaman atau penolakan pembelian sehingga harus dibujik untuk membeli. Konsep itu juga mengasumsikan bhwa perusahaan memiliki banyak sekali alat penjualan dan promosi yang efektif untuk merangsang lebih banyak pembelian.
    Kebanyakan perusahaan mempraktekkan konsep penjualan ketika mereka mempunyai kapasitas yang berlebih. Tujuan mereka adalah menjual apa yang dihasilkan mereka dan bukannya menghasilkan apa yang diinginkan pasar.
  4. Konsep Pemasaran adalah sebuah filosofi bisnis yang menantang tiga orientasi bisnis yang baru saja kita bahas. Konsep ini berkembang sejak tahun 1950 an. Konsep pemasaran menegaskan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasional yang ditetapkan adalah perusahaan tersebut harus menjadi lebih efektif dibandingkan para pesaing dalam menciptakan, menyerahkan, dan mengkomunikasikan nilai pelanggan kepada pasar sasaran yang terpilih.
    Konsep pemasaran telah diekspresikan dalam banyak cara beraneka ragam:
    ” Penuhilah kebutuhan dengan cara yang menguntungkan ”
    ” Temukan keinginan dan penuhilah.”
    ” Cintailah pelanggan, bukan produk.”
    ” Lakukan dengan cara Anda.” (Burger King)
    ” Andalah sang bos.” (United Airlines)
    “ Utamakan orang-orang.” (British Airways)
    “ Bermitra untuk mendapatkan laba.” (Milliken & Company)
    Theodore Levitt dari Harvard menggambarkan perbedaan pemikiran yang kontras antara konsep penjualan dan pemasaran.:
    Penjualan berfokus pada kebutuhan penjual; pemasaran berfokus pada kebutuhan pembeli. Penjualan memberi perhatian pada kebutuhan penjual untuk mengubah produknya menjadi uang tunai; pemasaran mempunyai gagasan untuk memuaskan kebutuhan pelanggan lewat sarana-sarana produk dan keseluruhan kelompok barang yang dihubungkan dengan hal menciptakan, menyerahkan dan akhirnya mengkonsumsinya.
    Konsep pemasaran berdiri di atas empat pilar: pasar sasaran, kebutuhan pelanggan, pemasaran terpadu, dan kemampuan menghasilkan laba.
    Bagan Pemasaran

    Bagan Pemasaran

  5. Konsep Pemasaran Masyarakat
    Konsep pemasaran masyarakat menegaskan bahwa tugas organisasi adalah menentukan kebutuhan, keinginan, dan minat dari pasar sasaran dan memberikan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien dibanding pesaing dengan tetap memelihara atau meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan konsumen. Konsep ini menegaskan pentinya menghindari konflik yang destruktif di dalam masyarakat.

Referensi
Kotler, Philip, 2002, Manajemen Pemasaran, Edisi Millenium Jilid 1, Prenhalliinso, Jakarta.
Kotler, Philip, 2002, Manajemen Pemasaran, Edisi Millenium Jilid 2, Prenhalliinso, Jakarta.
Kotler, Philip, dan Garry Amstrong, Dasar-dasar Pemasaran, Prenhallindo, Jakarta

Kelayakan Bisnis

December 6, 2008 at 8:51 am | Posted in Pengetahuan Bisnis | Leave a comment
Tags: ,

Analisis Kelayakan Bisnis

  1. Kapan studi kelayakan bisnis dilakukan?
    • Sebelum membuka usaha baru
    • Sebelum melakukan diferensiasi usaha
    • Sebelum menciptakan produk baru ( paket nasi-ayam di McD, paket burger-twister, dsb. )
  2. Intinya memastikan bahwa :
    • Prospek dan peluang usaha
    • Memeperkirakan tantangan dan rintangan
    • Menemukan solusi-solusi alternatif
    • Membuat keputusan
  3. Cara untuk melakukan analisis kelayakan bisnis :
    • Pengamatan lapangan
    • Menyebar kuisioner
    • Mempertimbangkan data statistik kependudukan
    • Mempertimbangkan pendapat para pengamat
    • Merefleksikan bisnis tersebut berdasarkan konsep dan teori

Proses dan Tahapan Studi Kelayakan Bisnis

  1. Tahap penemuan ide atau rumusan gagasan
  2. Indentifikasi kemungkinan-kemungkinan bisnis yang memiliki peluang yang menguntungkan dalam jangka waktu tertentu
    • Contoh : membuka warnet di daerag baru – harus dipertimbangkan berapa lama kita bisa bertahan
  3. Tahap memformulasikan visi, misi dan strategi sehingga semua dapat berjalan lancar
  4. Tahap analisis
    • Menganalisis pemenuhan faktor ekonomi, manajerial, teknis, hukum, budaya, dan etika dari rancangan keputusan
    • Menganalisis kemungkinana resiko atau tantangan yang mungkin muncul di tahap awal dan alternatif solusinya
  5. Tahap keputusan

Penyebab Kegagalan Analisis Studi Kelayakan Bisnis

  • Tidak jujur
  • Tidak obyektif
  • Tidak serius
  • Tidak kritis dalam melihat kemungkinan-kemungkinan tantangan dan rintangan
  • Ingin cepat selesai

Faktor Keberhasilan Studi Kelayakan Bisnis

  • Kumpulkan data selengkap mungkin
  • Libatkan orang lain
  • Serius dalam melakukan studi kelayakan

Bahaya Kegagalan Dalam Studi Kelayakan Bisnis

  • Usaha yang dibuka akan sulit berkembang dan akhirnya di tutup
  • Pengelola tidak siap menghadapi berbagai tantangan dan rintangan
  • Pengelola tidak dapat menangkap peluang-peluang baru

Ciri-Ciri Analisis Studi Kelayakan Yang Gagal

  • Hasil analisis menunjukkan kesimpulan yang ekstrim positif/negatif
  • Tidak adanya penjelasan yang memadai
  • Berisi opini pribadi yang tidak didukung data atau responsi yang memadai
  • Tidak ada daftar risiko yang layak untuk dipertimbangkan sebagai ancaman yang perlu diperhatikan dan dihindari

Manfaat Keberhasilan Studi Analisis Kelayakan Bisnis

  • Calon pengelola dapat mengambil keputusan yang dapat dipertanggung jawabkan
  • Calon pengelola lebih siap untuk memulai pengoperasian usaha dan mengatasi kendala-kendala di awal bisnis
  • Calon pengelola dapat melakukan investasi dan perekrutan tenaga kerja secara tidak berlebihan
  • Calon pengelola dapat merumuskan visi, misi dan program dengan baik

Manajerial Bisnis

December 6, 2008 at 8:20 am | Posted in Pengetahuan Bisnis | Leave a comment
Tags: , , ,

Bagan Manajerial Bisnis

BaganManajerialBisnis

BaganManajerialBisnis

Grafik Pertumbuhan Bisnis

Grafik Pertumbuhan Bisnis

Bisnis bisa dimulai dari suatu bisnis kecil, dan bisnis itu sendiri dapat terbentuk apabila subjeknya memiliki “Jiwa Wirausaha”. Bisnis yang telah dibentuk kemudian akan mengalami beberapa tahap, pertama tahap operasional disini disusun apa tujuan bisnis dibuka, kemudian bisnis ini akan terus bertumbuh. Ketika sampai pada tahap matang (sukses) beberapa orang yang tidak inovatif, bertindak secara insentif (kehendak dari luar), tidak kreatif, akan mengalami kehancuran pada tahap ini. Banyak perusahaan besar ketika sukses, mereka puas dengan keadaanya saat itu, tidak punya pandangan kedepan. Hal tersebutlah yang mengakibatkan perusahaan-perusahaan seperti itu gulung tikar. Tetapi berbeda jika mereka melakukan inovasi dan selalu melihat peluang yang ada, terus bersaing dan tidak mudah puas dengan keadaan sekarang, mereka akan terus berkembang yang nantinya akan menjadi suatu perusahaan yang besar “Great Corporate”.

Pendirian Usaha

December 6, 2008 at 4:47 am | Posted in Pengetahuan Bisnis | Leave a comment
Tags:

Gagasan Awal Pendirian Usaha

  1. Membidik ceruk pasar
    • Produk kartu ucapan handmade untuk turis
    • Tempat bermain dunia salju dan bowling
  2. Explorasi teknologi baru
    • Hp yang dilengkapi dengan kamera
    • Sistem aplikasi e-banking, e-education
  3. Ide berdasarkan manfaat baru
    • Baju untuk menurunkan berat badan
    • Ac yang mengandung ion-ion untuk menyerap bakteri
  4. Membelii bisnis yang sudah mapan
    • Akuisisi ( ambil alih ) : Microsoft mengakuisisi Visual Foxpro
    • Lisensi : Hak untuk menggunakan merk, proses / material yang di patenkan dan dilindungi Undang – Undang (cth : baju Arrow)
    • Franchise ( kerjasama manajemen ) : Paket hak untuk menggunakan merk, mesin dan pedoman manajerial
  5. Memanfaatkan dana
    • Uang pribadi / keluarga
    • Modal kerja (bank) dengan jaminan asal pribadi
    • Dana patungan (perseroan, Join Venture – gabungan asing dengan domisili)
    • Global Strategic Partnership (aliansi organisasi dengan perusahaan asing – Exxon Mobile)
  6. Bisnis barang (Grosir/Retail ; Importir/Exportir ; Handmade/Industri ; Titip jual/Kulak jual
  7. Bisnis jasa
    • Pendidikan : Kursus, TK, SD, Universitas, dsb.
    • Kesehatan : Klinik, Apotekm RS Umum, dsb.
  8. Skala usaha
    • Kecil
    • Menengah
    • Besar
    • Nasional
    • Global
  9. Basis teknologi
    • Konvensional (tradisional)
    • Basis teknologi : e-bussines, m-bussines, dsb.

“Jiwa Wirausaha” bukan “Pengusaha”

December 6, 2008 at 3:59 am | Posted in Pengetahuan Bisnis | Leave a comment
Tags:

Jiwa Kewirausahaan

Ciri-ciri orang yang berjiwa “Wirausaha” :

  1. Unggul dalam berkreasi dan berinovasi
  2. Simpatik dalam berelasi
  3. Antusias dalam bekerja ( tidak menjadi karyawan yang “Ordinary” )
  4. Handal dalam memimpin
  5. Aktif dalam melihat peluang

Jiwa Kewirausahaan adalah ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidupnya.

Hakikat Wirausaha adalah sifat, ciri, watak, dan jiwa seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata khususnya bisnis secara kreatif dan inovatif. Perkembangan jiwa wirausaha tergantung pada pengaruh lingkungan dimana seseorang berada

Ciri-ciri Enterpreneur

  • Percaya diri, tapi tidak takabur
  • Kreatif (berpikir mencipta), Inovatif (bertindak berdasarkan data), berdaya imajinasi tinggi, orisinil ide dan gagasannya
  • Orientasi pada tugas, hasil dan masa depan
  • Pengambil resiko (yang wajar), suka tantangan dan perubahan, tidak mudah menyerah, tidak mengandalkan keberuntungan
  • Berjiwa memimpin, memiliki visi dan motivasi
  • Mau belajar dari pengalaman orang lain
  • Proaktif dan mampu melihat peluang yang tidak dilihat orang lain
  • Ulet, gigih, tekun dan komitmen tinggi
  • Simpatik dalam berelasi dan berkomunikasi
  • Bergerak karena “Inisiatif” bukan “Insentif”

  • Maksudnya Inisiatif adalah berangkat dari dalam diri, sedangkan Insentif berangkat dari luar diri

Faktor – Faktor Pendorong Wirausaha

  • Keinginan mandiri dan lepas dari ketergantungan terhadap orang tua atau penjamin finansial
  • Keinginan untuk ambil bagian atau berpartisipasi dalam pekerjaan besar
  • Keinginan untuk mengalami kemajuan ekonomi, politik, sosial, budaya dan intelektual atas kemandirian dari daya upayanya.

Enterpreneurship

December 5, 2008 at 5:02 pm | Posted in Pengetahuan Bisnis | Leave a comment
Tags: ,

Menurut Jack Welch ( CEO General Electric )

  1. Berubahlah sebelum perubahan itu yang akan memaksa. Misalnya : berhentilah merokok sebelum paru-paru anda sakit
  2. “Kita adalah subyek perubahan”
    • Jika kita bisa mengendalikan perubahan, maka kita menjadi subyek. Tetapi jika kita membiarkan perubahan mengendalikan kita, maka kita tidak lebih dari sekedar obyek.
    • Sebagai subyek, kita lebih memahami apa yang telah terjadi, kita tahu mau dibawa kemana perusahaan kita. Jika kita obyek maka kita hanya diombang-ambingkan oleh gelombang perubahan.
  3. “Hidup kita bergantung pada perubahan”
    • Seratus tahun silam, mobil masih sangat langka. Belum ada pesawat terbang, komputer, internet dan ponsel. Kita telah menggantungkan kehidupan kita pada berbagai penemuan dan hal baru.
    • Kita menggantungkan hidup kita pada perubahan, sebenarnya kita telah terbiasa hidup dalam lingkungan yang terus berubah, hanya kita sering tidak menyadari.

Bill Gates ( Pendiri dan Pemimpin Microsoft )

  • Siapapun yang tidak mau berubah akan dijungkir balikan, karena memang demikianlah aturan di dunia ini. ( Akan mengalami kepunahan ). Yang terpenting adalah kemampuan beradaptasi.
  • Yang menentukan apakah sebuah perusahaan dapat bertahan atau tidak bukanlah modal, skala omzet, maupun jumlah pegawainya. Tetapi yang paling menentukan adalah kemampuan mereka beradaptasi dengan berbagai realitas baru dalam persaingan bisnis. Selebihnya, seperti Dinosaurus yang kuat, mereka akan punah.

Ernest C. Wilson

  • Perubahan bisa dianggap menakutkan, bisa juga dianggap sebagai kesempatan. Mana yang bisa anda peroleh, tergantung pada sikap anda terhadap keduanya. Gelas itu setengah penuh atau setengah kosong.
  • Presepsi merupakan kekuatan yang mengiring kita kepada sikap dan perilaku. Jika perubahan dipresepsikan sebagai sesuatu yang menakutkan, kita akan cenderung menolaknya. Namun, jika perubahan dianggap sebagai kesempatan, maka kita akan bersikap proaktif. Perubahan memang bisa menimbulkan kecemansan, bahkan kepanikan. Namin keterlambatan merespon perubahan bisa menjadi kehancuran.

Evelyn Waugh

  • Perubahan menandakan adanya kehidupan
  • Perubahan mendekati Pertumbuhan

Budi Sutedjo ( Ketua Humas 2008 – Universitas Kristen Duta Wacana, Jogjakarta )

  • “Perubahan akan terwujud jika komunikasi dua arah. Komunikasi dua arah akan terbentuk, bila masing-masing komunikator mau bergantian untuk berbicara dan mendengar. Salah satu cara menjadi pendengar yang baik adalah dengan rajin membaca buku”

Rhenald Kasali ( Pakar dan Konsultan Manajemen Terkemuka di Indonesia )

  • Untuk menikmati perubahan, manusia harus melompat dari suatu kurva ke kurva baru. Saat itulah anda akan berpindah dari comfort zone (zona kenyamanan) ke discomfort zone. Ini berarti manusia harus berperang melawan naluri-nalurinya, melawan sejarah hidupnya.
  • Kemapanan (kenyamanan) adalah sesuatu yang “melenakan” (membuat kita enggan berubah)

Napoleon Bonaparte ( Penguasa dan Panglima Perang Legendaris dari Perancis )

  • “Jendral terbesar adalah dia yang melakukan kesalahan paling sedikit, yaitu dia yang tidak mengabaikan peluang maupun memberikannya.”
  • Selalu ada peluang di balik perubahan

    1. Anda bisa kehilangan peluang, kalau mata anda hanya terfokus pada aspek perubahannya saja.
    2. Carilah makna di setiap konteks. Carilah yang tersembunyi dibalik kata perubahan.

Pepatah Kuno ( Vietnam )

  • “Kerbau yang terlambat mencapai lubang air harus minum dari air yang keruh”
  • Kuncinya adalah momentum

Richard Petty dan John Cacioppo ( Penulis Buku Bisnis dan Manajemen )

  • “Informasi akan membentuk siapa Anda”
  • Anda adalah apa yang anda ketahui
  • Informasi akan jadi penentu

Sir Harvey Jones

  • “Yang harus berubah adalah manusianya, bukan organisasinya”

Peter F. Drucker ( Mahaguru Manajemen )

  • “Cara terbaik meramalkan masa depan adalah dengan menciptakannya”
  • Maka dari itu, jadilah pencipta masa depan

Lao Tze

  • “Perjalanan 1000 mil dimulai dari satu langkah”
  • Yang berarti perubahan tidak terjadi hanya dalam semalam

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.